TIPS: Cara Meningkatkan Keuntungan

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Distributor Grosir Baju Muslim Rak KayuJangan besar kepala dengan angka omset ya Mak heheheee… Akupun pernah mengalaminya. Merasa bahagia dengan omset besar. Namun kenyataannya, itu hanya fatamorgana 

Omset besar belum tentu berbanding lurus dengan profit yang besar. Bahkan ada yang omsetnya besar tapi ternyata merugi. Wadoooh… Ngeri ya! Kerja rodi jadinya.

Bagaimana caranya tau bisnis kita profit atau tidak?

Ya cuma satu caranya, dari hasil laporan keuangan. Kalo gak punya laporan keuangan, hanya berdasarkan feeling, perasaan, kayanya, mungkin, bisa jadi. Omset besar, pas mau bayar tagihan supplier, gaji, THR, laptop rusak… uang gak ada 

Sebelum Mak lanjut baca artikel ini, janji dulu donk sama aku, setelah Ramadhan ini, Mak janji ya mulai bikin laporan keuangan yang rapi, baik dan benar. Okeh.. Janji loh.. Bener ya… Allah catet loh 

Katanya mau punya bisnis besar, masa gak memantaskan diri. Gak akan bisa besar kalau keuangan semrawut Mak. Okey ya, janji ya bikin laporan keuangan ya..ya…ya…

Jika tahun lalu profit bersih (keuntungan)nya 5%, tahun ini naik jadi 7%, 10%, 12%, 15%…..

Ada kemungkinan penjualan tahun lalu, dengan penjualan tahun ini nilai omsetnya sama. Tapiiii profitnya jauh lebih besar. Kok bisa?

1. Melakukan penghematan.
– Hemat listrik dan air.
– Mengurangi pemakaian kertas dan ATK lainnya. Gunakan kertas 2 sisi.
– Biaya makan yang tadinya 20rb jadi 15rb.
– HIburan karyawan sebulan sekali, berubah 2 bulan sekali.
– Diet plastik, dll.

2. Pembelian bahan baku/pendukung dalam jumlah lebih besar.
Ketika kita membeli dalam jumlah lebih besar, supplier/toko bisa memberikan harga lebih murah. Namun harus penuh perhitungan, jangan sampai malah menimbun. Bisa juga kerjasama dengan teman, gabungan belinya Mak  Selain mendapatkan harga lebih murah, biaya transportasi juga jadinya lebih hemat, karena tidak berkali-kali pergi belanja.

3. Efisiensi tenaga kerja.
Dulu saya mengalami, 1 pekerjaan dikerjakan 2 orang, itu keteteran, gak beres. Begittu saya jadikan hanya 1 orang, eh malah beres hihiiii… Ternyata kalo berdua malah ngerumpi, saling melempar tugas. Coba Mak cek pekerjaan karyawan, evaluasi, hitung beban kerja dalam satuan waktu. Pekerjaan A bisa dikerjakan berapa detik/menit/jam. Padetin deh tuh jobdesnya. Kita kan emang bayar mereka untuk kerja kok, jadi jangan takut ngasih kerjaan 

4. Menurunkan diskon Mitra.
2 tahun belakangan ini banyak produsen yang memilih sistem retail. Tanpa menggunakan sistem kemitraan (Distributor, Agen, Reseller). Hal tersebut untuk menurunkan harga jual. Yang akhirnya cukup berimbas bagi kami yang sudah terlanjur main sistem kemitraan. Kalo RAZHA sih gak akan berubah, tetap kemitraan. Mungkin solusinya, kita memangkas level. Misalnya ada 3 level, bisa jadi hanya 2 atau bahkan 1 level. Kemudian menurunkan nilai diskonnya.

5. Menciptakan produk baru.
Jika dirasa produk sebelumnya sudah terlanjur memiliki profit yang kecil, galau mau naikin harga, takut diprotes Mitra dan Konsumen, untuk produksi berikutnya naikkan harga. Diiringi dengan penambahan Value/Nilai. Sehingga konsumen merasa memang mendapatkan “sesuatu” lebih banyak dari produk sebelumnya.

6. Iklan berbayar bikin boncos.
Bisa jadi bukan karena Facebooknya yang gonta-ganti algoritma, tapi karena kitanya yang belum cukup ilmunya  Optimalkan iklan organik, cara-cara gratisan yang walaupun tetap membutuhkan kerja lebih banyak. Namun lebih murah. Butuh kesabaran dan ketekunan untuk menikmati hasilnya.

7. Kemasan kecil
Jika selama ini Mak menjual dalam jumlah banyak, coba jual dalam jumlah/bentuk yang kecil. Seperti shampoo, dari yang botolan, mereka menciptakan sachet. Apakah keuntung menjadi kecil. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan pemilik Rajakacang.com justru profit mereka bertambah setelah melakukan penjualan untuk kemasan lebih kecil.

8. Apa lagi ya kira-kira?

Kalo lagi buntu, biasanya saya jalan-jalan, baik di dunia maya ataupun di dunia nyata  Cari inspirasi gitu Mak. Belajar dari strategi pemasaran orang lain. Oh mereka lagi promo caranya begitu, wah bagus nih konsepnya, gak nyangka ya ternyata cara begitu bisa berhasil

Kalo jalan-jalan pake sepatunya yang cantik tapi tetap harus nyaman ya Mak. Biar kuat blusukan dan pastinya ngejar anak-anak yang berlarian sana sini hihihiii.. Pilihanku jatuh ke Maimora Shoes miliknya Mak Rini Ramayanti de Maimora cakeeeep…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *