[IDE BISNIS] Bisnis yang satu ini cuma modal silaturahim

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Jasa IklanThe Power of Kepepet sering kali bisa memaksa saya untuk melakukan sesuatu lebih giat  Entah ini bisa berhasil atau tidak bagi Mak. Kalo saya sih berhasil ahahaa…

Tahun 2008 Saya dan calon suami kala itu sedang merencanakan pernikahan. Kami tidak punya tabungan sama sekali, tidak punya penghasilan yang jelas dan malu untuk minta ke orang tua.

Namun saya berkeras hati untuk mau menikah di tahun 2008.

Diawali dengan membuat konsep pernikahan yang sederhana, dengan kata lain, yang penggunaan dananya sedikit  Maklum gak punya duit.

Okey kami sepakat tidak ada resepsi, hanya pernikahan di pelataran rumah saya dan makan-makan. Kami pun tidak mencetak undangan. Hanya keluarga dan sabahat. Jadi jangan baper jika saat itu Mak gak diundang, bingung kasih makan apa 

Hitung…hitung.. Tetap perlu sewa tenda kecil seukuran halaman yang kira-kira 5 x 5m, konsumsi, mas kawin, urusan KUA, hantaran dll. Dari kita untuk kita 

Hanya tersisa beberapa bulan saja untuk memenuhi semua biaya itu. Sebagai pengangguran, kami punya banyak waktu luang (ya iyalah ) sehingga punya kebebasan waktu untuk eksplorasi ide. Kami perlu uang besar dalam waktu singkat. Terwujudlah:
1. Dance competition  Maaf waktu itu sayapun mengalami masa jahiliah.
2. Kids Fashion Show competition  Masih belum insyaf
3. Lomba Tari TK
4. Penyewaan stand mall untuk promosi. Saya sewa ke mall, lalu saya cari perusahaan/bisnis yang mau pameran di mall tersebut.
5. Jasa Foto Prewedding, spesialis outdoor. Karena calon suami saya punya ilmu fotografi namun tidak punya studio. Jadi kami tutupi kelemahan dengan menjadikannya kelebihan. Ya kami spesialis foto outdoor  Sayapun menjadi makeup artist dan pengarah gaya dadakan.

Semua bisnis tersebut tanpa modal, ya ada sih tentunya. Biaya transport, pulsa, cetak proposal, makeup dll. Kalo camera memang sudah punya. Jadi kami mengoptimasikan yang ada saja.

Lalu bagaimana semua bisnis tersebut bisa berjalan?
Eh saya sudah bahas “Bisnis Modal Silaturahim” di buku CREATIVEPRENEUR bab 11.

Yang saya lakukan untuk mempersiapkan acara:
1. Membuat konsep acara.
2. Mencari lokasi acara.
3. Menghitung hadiah yang menggiurkan agar banyak yang daftar.
4. Membuat proposal dan mencari sponsor.
5. Mencari peserta.
6. Pelaksanaan

Apakah semua berhasil, dalam artian untung? Ya gak juga, ada yang rugi dan ada juga yang impas  Namanya juga ikhtiar Mak.

Tapi saya gak kapok. Setelah alhamdulillah akhirnya berhasil menikah dengan dana dadakan dan seadanya. Kamipun melanjutkan profesi Event Organizer ini, dulu kami menamakannya HIKARU Event Organizer. Gak ada yang kenal kan? 

Sekitar tahun 2012 kami kembali menggeluti profesi ini. Namun dengan konsep yang berbeda. Ketika sebelum menikah, kami melakukan promo, mencari sponosor dan peserta secara offline. Pada tahun 2012 kami full online. Karena saat itu sudah kenal dunia Multiply dan Facebook. Bisnis RAZHA pun sudah berjalan.

Hijab Photo Contest!

Wiiiih booming banget nih. Saya paling males bikin proposal, jadi untuk mengajukan ke sponsor cukup menggunakan media chatting BBM kala itu.

– Sponsor untuk hadiah dari para produsen fashion, kuliner dll.
– Keuntungan kami dari biaya pendaftaran peserta.
– Pemotretan dilakukan di kantor RAZHA yang ukuran studionya cuma 4 x 3m.
– Pemilihan pemenang dilakukan secara online.

Alhamdulillah selama beberpa bulan kami bisa menyelenggarakan acara ini berturut-turut. Dengan keuntungan yang lumayan. Suami sebagai fotografer dan editor. Saya promosi, pendaftaran, makeup artist dan pengarah gaya.

Kemudian akhirnya bosen  dan makin sibuk ngurus RAZHA yang alhamdulillah terus bertumbuh, izin Allah.

Nah sekarang kami mulai aktif lagi bikin acara namun dengan konsep dan cara yang berbeda. Dibawah bendera SBO kami fokus menyelenggarakan acara dengan konsep edukasi. Kegiatannya secara online dan offline.

Langkah sederhananya seperti ini:
1. Cari Target Market.
2. Pelajari apa kebutuhan mereka.
3. Cari narasumber yang bisa memenuhi kebutuhan mereka.
4. Buat konsep acara.
5. Cari sponsor.
6. Cari peserta.
7. Pelaksanaan 

Kalo kita jualan produk, kita fokus kepada kepuasan konsumen terhadap produk yang mereka beli. Nah begitu juga dengan “jualan acara”. Fokus kita kepada kepuasan peserta terhadap manfaat yang mereka dapatkan. Samalah dengan bisnis produk, di bisnis jasapun ada aja yang komplen Bagus loh ada yang komplen, disitulah tugas kita untuk evaluasi diri agar bisa naik kelas 

Kalo produknya Sylla Hijab Store dari Mak Siti Rosi sih aku gak pernah komplen. Gamis yang saya pake ini dari bahan kaos, tau gak mak, ini gamis cuci kering pake Kirain aku aja yang suka, produk ini ternyata bestsellernya SYLLA, sampe relaunch berkali-kali ckckck…

BTW… Catet ya, 31 Maret ada Pak Subiakto, pakar branding tingkat nasional, yang pengalamannya sudah puluhan tahun, akan dateng ke Bandung. Mak yang mau barengan sama aku untuk diskusi dan belajar dengan Pak Bi, boleh japri WA 087824468185. Maaf aku gak terima banyak, soalnya ini aku mau sesi lebih private biar bisa puas curhatin branding bisnisku ke Pak Bi 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *