Penting Nih! Untuk Mengetahui Tahap-tahap Keputusan Pembelian oleh Konsumen

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan OmsetSemangat pagi Mak! Saya senang kalo bedah buku di pagi hari. Alhamdulillah urusan dapur udah beres. Waktunya sarapan ilmu buat bunda  Buku Hypnowriting jadi pilihan saya. Di halaman 131 cakep nih isinya.

Engel, Blackwell dan Kollat pada tahun 1968 mengungkapkan ada lima tahap pengambilan keputusan saat seseorang membeli sesuatu.

Tahap Pertama: Pengenalan Masalah/Kebutuhan
Mengenali masalah dan kebutuhan serta mengidentifikasi produk atau tipe produk yang diperlukan. Ini adalah tahap pertama dan terpenting dalam pengambilan keputusan konsumen. Pembelian tidak akan terjadi tanpa pengenalan kebutuhan. Nah, kebutuhan ini bisa terpicu karena stimulasi internal (seperti haus atau lapar) atau stimulus eksternal (seperti iklan atau getok tular).

Tahap Kedua: Pencarian Informasi
Setelah mengenali masalah atau kebutuhannya, konsumen akan mencari informasi produk yang akan memenuhi kebutuhannya. Tujuannya adalah menemukan solusi terbaik bagi masalahnya. Konsumen akan mencari informasi entah melalui media offline, online atau bertanya kepada temannya.

Tahap Ketiga: Evaluasi Alternatif
Konsumen mengevaluasi berbagai alternatif produk. Memilih produk yang paling cocok dan disukai. Proses evaluasi ini tidak selalu logis, bisa saja tidak logis, emosional atau dipengaruhi oleh pendapat-pendapat di luar dirinya (testimoni, rekomendasi ahli, dsb)

Tahap Keempat: Keputusan Pembelian
Setelah mengevaluasi beberapa opsi, konsumen akhirnya membeli salah satu produk yang paling cocok baginya. Philip Kotler mengatakan bahwa keputusan akhir ini bisa saja ‘terganggu’ oleh umpan balik negatif dari konsumen lain. Misalnya, Anda sudah melalui tiga tahap di atas, lalu hanya karena ada teman Anda bilang produk tersebut tidak bagus, Anda bisa saja tiba-tiba mengubah plihan Anda.

Tahap Kelima: Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli, konsumen akan membandingkan produk yang dibelinya dengan ekspektasi sebelumnya. Bisa saja ia merasa puas atau sebaliknya, tidak puas. Seringkali terjadi juga konsumen mengalami semacam disonansi kognitif (perasaan galau). Merasa bahwa mungkin jika ia membeli produk lain akan lebih bagus. Jika konsumen puas, mereka cenderung akan membeli ulang, bahkan merekomendasikan produk yang sama ke teman-temannya. Sehingga terciptalah loyaloitas. Sementara jika tidak puas, dia akan menyebarluaskan umpan balik negatif kepada teman-temannya. Entah melalui sosial media atau melalui obrolan getok tular yang dilakukan.

Tentu saja tidak semua konsumen melalui kelima tahap ini dalam membeli sebuah produk. Jika seseorang merasa ingin makan coklat, dan sudah tahu merk coklat favoritnya, bisa saja ia akan langsung ke tahap empat: keputusan pembelian, melewati tahap mencari informasi dan evaluasi.

Memahami lima tahap keputusan pembelian ini membantu kita mengetahui apa yag perlu dilakukan agar konsumen membeli produk kita. Memahami tahap-tahap ini juga membantu kita menentukan tahap-tahap dalam mempromosikan produk kita yaitu:
1. Menyadarkan konsumen akan masalah/kebutuhannya.
2. Menyediakan informasi/pengetahuan terkait produk kita.
3. Memberikan alasan kepada calon konsumen mengapa produk kita lebih baik daripada produk pesaing.
4. Mengajak konsumen membeli produk kita.

Inilah pentingnya promosi dan edukasi konsumen secara bertahap. Mulai dari menyadarkan mereka terhadap masalah/kebutuhannya sampai akhirnya mereka membeli produk kita.

Penting pula kita menyasar target market yang tepat, mereka yang memang memerlukan produk kita. Sehingga copy (tulisan) yang kita buat lebih tepat sasaran.

Ternyata ya memang harus sabar ya Mak menjalani proses edukasi, promosi hingga membuahkan penjualan. Sama halnya seperti kita mendidik anak, harus super duper sabaaaarrrrr… Terkadang dalam hati saya terbersit kalimat “lebih gampang ngurus konsumen daripada ngurus anak” hihihiiii… Mak ngerasa gitu juga gak sih?

Terus berjuang, terus minta bantuan Allah untuk kita bisa menjadi tauladan bagi anak-anak kita Mak. Mau punya anak soleh/solehah ya kitanya harus memantaskan diri. Pengen anak memiliki kesadaran diri untuk menutup aurat, ya kitanya gak boleh bosen memberikan contoh dan menasehati dengan lemah lembut. Mak Ummu Auliya Syifa owner Syifana Hijabkidzakan aku kenang selalu karena telah menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi anakku dalam berhijab. Nyaman jilbabnya dan Naziya suka banget. Love it!

Btw Mak, buku Hypnowritingnya sudah pada baca sampe halaman berapa? Atau masih ada yang nyangkut bukunya di kurir? Coba konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya untuk dibantu cek ke kurirnya.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *