7 tahun yang lalu…

Bayi Zhafran7 tahun yang lalu…

Ini bukan anak pertama saya. Zhafran Respati Adhi sebenarnya anak kandung ke 2 saya. Namun Allah hanya menitipkan sebentar sang kakak, 2,5 bulan saja dalam pelukan.

Kita gak pernah tahu Mak siapa duluan yang Allah panggil. Tua Muda bukan patokan.

Itulah sebabnya, saya paling gak bisa jauhan sama keluarga. Karena saya sudah pernah merasakan kehilangan. Biarlah hari-hari kami selalu berdekatan. Karena kita tidak pernah tahu berapa lagi sisa waktu untuk bersama.

Duh Mbak Muri kok pasang tarif kalo ngajar, kok mahal, kok panitia harus siapin akomodasinya banyak.

Mak.. aku gak jualan ilmu. Apalah aku ini cuma Emak Rempong yang doyan cuap-cuap. Bisnisnya sendiripun belum mapan. Masih kusut sana sini, masih butuh pembenahan ini itu, masih miskin ilmu.

Aku cuma minta diganti waktuku yang hilang untuk keluarga.
1 hari nemenin untuk keperluan orang lain. Harusnya saya bisa nemenin anak belajar, main, mijetin suami, nyuci, strika, beresin rumah atau sekedar jalanin hobi.

Semua pengorbanan meninggalkan keluarga itulah yang saya minta diganti. Ya kalo gak mau gakpapa. Prioritas saya yang paling berharga tetap keluarga. Karena nanti diakhirat yang dipertanyakan pertama adalah tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan keluarga. Bukan berapa banyak olshop yang sudah dibantu. Ini tetap dihitung, tapi bukan prioritas utamakan.

Keluarga… keluarga… keluarga…

Alasan ini juga yang membuat saya berkeras hati untuk ngomporin Mak RESIGN. Ya saya paham betul alasan utama kita kerja adalah kebutuhan ekonomi.

Tapi mencari rejeki itu bisa BANYAK CARA. Gak mesti ninggalin anak dari subuh sampe malem. Susah minta cuti ke kantor. Gak enak ijin terus jika ada keperluan keluarga. Sedih liat anak ternyata lebih deket sama pengasuh daripada ibunya¬†😓

Ya gak mesti jualan online kok. Cuma kebetulan aja saya udah nyicipin duluan manisnya jualan online. Kapanpun anak rewel butuh perhatian, saya bisa lepas gadget (jualan online). Nengokin orang tua (mudik) bisa sesuka hati tanpa harus nunggu jatah cuti. Toh di rumah mama masih bisa tetap ngiklanin produk secara online.

Saya gak pernah maksa Mak untuk RESIGN. Saya cuma nyumpahin aja, semoga setelah resign penghasilannya bisa 10 kali lipat. Karena mungkin ketika anak lebih bahagia dekat ibunya, Allah lebih ridho. Katanya anak titipan Allah, jangan dititipin lagi ke orang lain.

Ah masa kecilku… ya gitu deh. Masa kecil dan masa remajaku ada bersama pembantu dan TV. Orangtua berangkat subuh pulang jam 10 malam. Papaku supir angkot dan mamaku punya warung nasi kecil. Jam 9 baru tutup warung, sampe rumah jam 10an.

Aku tau rasanya jadi anak dengan kondisi seperti itu. Makanya aku gak mau ngulang apa yang dilakukan orang tuaku. Orangtuaku tidak salah, dengan pendidikan mereka yang hanya SMA dan SMEA, wawasan cara mencari nafkah ya disitu. Aku sangat bersyukur.

Alhamdulillah 4 anak jadi sarjana + 1 sedang kuliah. Nah dengan pendidikan yang lebih baik, wawasanku juga menjadi lebih baik dalam menentukan cara mencari nafkah. Gak harus setiap hari ninggalin rumah untuk dapat rupiah.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *