Saat Bisnis Gagal, Bukan Salah Resepnya, Tetapi Salah Kokinya

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Pengajar Akademi Guru Online2 hari kemarin asisten rumah tangga saya tidak datang. Akhirnya dengan kondisi kepepet harus masak untuk 15 orang, saya siapkan mental nekat  Alhamdulillah bikin mie goreng rasa kwetiau ahahahaaa… Mie nya lonyot alias kelembekan, jadilah hasilnya lengket-lengket seperti kwetiau.

Dengan kondisi Mie yang kematengan, volumenya jadi besar. Akhirnya bersisa. Maksud hati supaya gak mubazir, saya coba olah menjadi perkedel Mie. Ealaaah… kok jadinya keras
Langsung cari mentor, WA kakak ipar yang jago masak. Ternyata saya kurang tepung dan telur. Baiklah saya evaluasi hasil kerjanya, tambah tepung dan telur. Alhamdulillah lumayan bisa dimakan, walau rasanya gak jelas wakakakaa…
Belajar masak itu mirip belajar bisnis. Saat memulai masak tanpa ilmu, ya begitu deh, bentuk dan rasanya gak jelas. Bisnis modal nekat tanpa ilmu ya jelas hasilnya, saya sudah alami 6 kali gonta ganti bisnis.
Masak rendang gagal, ganti opor eh gagal lagi, ganti gulai namun masih gagal, ganti ayam bahar masih gagal lagi…
Mau ganti 100 menu masakan pastinya akan tetap gagal. Strategi yang benar adalah evaluasi dari hasil masakan rendang tadi. Apa penyebab kegagalannya. Boleh cari di google. Lebih cepet dan hasil terjamin adalah cari guru lalu private hingga berhasil. Atau ikut kursus masak sehingga ada komunitas yang saling mendukung.
Belajar langsung kepada yang sudah menjalaninya dan terbukti berhasil (praktisi). Maka kita tidak perlu mengulangi sejarah kesalahan mereka di masa lampau. Mereka akan menasehati kita untuk tidak melakukan A, karena dahulu mereka sudah melewati proses kegagalan karena A.
Dengan begitu kita bisa melakukan PERCEPATAN DALAM PERTUMBUHAN BISNIS. Jelas langkah apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Paling mudah dan murah memang cari di Google, namun waktu kita bisa banyak terbuang disini karena harus memilah berbagai informasi. Yang terkadang belum tentu akurat atau update.
Baca buku. Kakak sepupu saya bilang “enak ya jaman sekarang bukunya, ringan, mudah dipahami dan langsung bisa praktek. Beda dengan buku jaman dulu kayanya teori banyak banget dan berat memahaminya.”
Saya gak promosi loh, buku di Billionare Store memang asik banget, karena mereka selalu menyediakan HOW TO. Andaikan semua penerbit menerapkan standar yang sama. Fokus pada kesuksesan disaat pembacanya praktek.
Dari pada cari di Google, saat ini saya lebih senang cari di buku. Karena sudah jelas fokus terhadap materi yang dibahas. Nah selanjutnya saya mencari GURU/MENTOR/COACH. Jujur saja saya gonta-ganti pembimbing. Saya bukan tipe yang fanatik terhadap satu aliran. Saya akan hanya mengambil ilmu/insight/ajaran yang cocok dengan hati nurani.
Ada guru yang ngajarin materi Instagram Marketing dengan metode brutal. Bikin akun kloningan banyaaak banget, kejar follower asal-asalan tanpa tertarget. Saya menyebutnya metode hacker. Aduh lah saya ini Emak Rempong. Saya gak bisa sistem kerja yang seperti itu. Lebih baik akun saya sedikit, follower tidak terlalu banyak tetapi tertarget, cara ngiklannya praktis gak pake brutal. Maklum saya hanya punya waktu kerja sedikit disela ngurus anak, suami, cucian, dapur dll.
Jadi ketika bisnis Mak sedang down, sepi order, kusut.. Pilihan pertama adalah EVALUASI bisnisnya. Cari ilmunya di Buku, temukan guru, tambah wawasan, bergabung dengan komunitas yang satu visi dengan Mak.
Sibuk ngurus keluarga dan sibuk ngurus bisnis. Jangan sampe soal ngulek sambel bikin kita juga repot. Soal sambal serahkan saja kepada ahlinya  Mak Nur Cholisah Dapurjago pemilik @sambalroa_jago nyaammmm..nyaamm.. praktis untuk dirumah dan travelling.
Saya do’akan Mak di tahun 2018 naik kelas  Bisnis makin bertumbuh aamiin…
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *