PARAAAAH banget! Jangan sampe kamu ngalamin kaya gini ya Mak :(

SBO Sekolah Bisnis Online Muri Handayani Pelatihan Bisnis Workshop Jualan Mengenal Ciri Kriteria Investor Modal Butuh Cari Ada salah satu sahabatku, bisnis fashion, Kita sebut dia Tari.
Tari kerjasama dengan temannya dalam bisnis tersebut. Temannya kita sebut saja Joko.

Sebenarnya Tari ini sudah berjalan bisnisnya sebelum bertemu Joko. Dengan keinginan membesarkan usahanya, Tari mengajak Jogo sebagai penanam modal/investor. Setelah konsultasi sana sini, akhirnya terbentuklah perjanjian kerjasama.

Berjalan hampir 3 tahun kerjasama mereka.

Mulailah disini terkuak keanehan yang bikin nangis dipojokan sambil makan Cheese Cake satu loyang, gak peduli berat badan.

Saya bertanya ke Tari..
Muri : Tari..tugas kamu apa aja di bisnismu?
Tari : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..
Muri : Okey…banyak juga ya.. Dapet GAJI berapa dari bisnismu?
Tari : Gak ada
Muri : WHAAAATTTT!!! Kerjaan sebanyak itu kamu gak digaji?
Tari : Kan ada dari sistem bagi hasil
Muri : Bagi hasilnya setiap bulan?
Tari : Iya
Muri : Gimana sistem bagi hasilnya?
Tari : Dari penjualan, dikurang HPP, lalu dibagi 2
Muri : (SHOCK…!) Penjualan dikurangi HPP, dibagi 2??? Untuk biaya karyawan, packing, internet, listrik, sewa tempat, tenaga kamu, biaya promosi dll itu siapa yang tanggung?
Tari : Aku
Muri : (gak bisa ngomong, langsung lemes)..

Coba kita bedah kasus Tari ini ya Mak. Anggap omset 100 juta. HPP (harga pokok produksi) 70 juta. Tari ada yang ambil dari produsen dan ada yang bikin sendiri. Dia jualnya grosiran, jadi margin tidak terlalu besar.

100 juta – 70 juta = 30 juta
30 juta dibagi 2 ke investor. 15 juta yang didapat Joko Sang Investor.
Apakah yang didapat Tari sama 15 juta? TIDAK!

Karena dia harus menanggung semua biaya pengeluaran.
– Karyawan 1 juta x 3 = 3 juta
– Listrik, Air, Internet, sewa tempat (masih di rumah Tari sebenarnya, tapi menurut saya harus masuk biaya sewa) = 2 juta
– Biaya packing = 500.000
– Promosi = 500.000
– ATK, Penyusutan Alat Kerja (Laptop, HP, Printer) = 1 juta
– THR Karyawan, Biaya Karyawan Sakit = 500.000
– lainnya

Kita asumsikan totalnya 7.5 juta
15 juta uang yang diterima Tari, dikurang biaya pengeluaran 7.5 juta. Maka Tari mendapat sisa 7.5 juta. Apakah ini keuntungan? BUKAN!

Bagaimana jika Tari sakit? Lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan ini : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, konsep promosi, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..

Seharusnya Tari digaji, karena mengurus banyak pekerjaan. Dan sistem bagi hasil bukan dari margin (Penjualan dikurang HPP). Bagi hasil dari Penjualan – HPP – Pengeluaran – Profit ditahan, baru bisa dibagi hasil sisanya. Dan pembagian hasil tidak harus 50%.

Aaaahhhh… kemana saja saya selama ini, kenapa baru tahu sekarang kasus Tari

Saya di RAZHA itu digaji Mak. Karena saya kan kerja di RAZHA. Tugas saya Marketing, Branding, HRD. Jika saya nantinya merekrut orang HRD, maka gaji saya berkurang, karena pekerjaan saya berkurang.

Jadi.. selama hampir 3 tahun ini bisa dikatakan Tari kerja rodi Mak  Dia menjadi sapi perah Joko Sang Investor. Kabar terbaru, Tari sudah memperbaiki perhitungan kerjasama, namun Joko tidak terima, dia kadung keenakan dengan perjanjian yang pertama. Karena Tari sudah sadar, dia memutus kerjasama. Tapi sayangnya mereka juga jadi putus silaturahim

Amit amit Mak.. jangan sampe kamu ngalamin kaya gitu ya. Soal INVESTOR itu ada ilmunya juga Mak, sama halnya kita pengen laris jualan kan ada ilmunya. Nah untuk membesarkan bisnis dengan jalan terima investor, kita WAJIB tau ilmunya, biar gak sengsara.

Saya yakin betul dari kisah ini kita bisa petik banyak pelajaran. Alhamdulillah guru saya Pak Hernawan Adi Wibowo mau meluangkan waktunya untuk saya ajak berdiskusi soal INVESTOR, 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung.

Setelah Mak baca kisah ini, saya percaya Mak gak mau ngalamin kaya gini ya Mak. Tapi kita gak boleh parno juga Mak, jadi anti investor. Kita kan ingin membesarkan bisnis. Itu yang dilakukan Hijup.com makanya Mba Diajeng sekarang bisnisnya gedeeee banget. Jadi investor Mba Diajeng itu bukan hanya kasih modal Mak, tapi kasih coaching untuk pengembangan bisnisnya.

Ternyata ada cara cerdas untuk memilih investor, dan bagaimana caranya supaya kita dilirik investor ini juga ada ilmunya. Nah yang juga sangat penting adalah kita belajar membuat SURAT PERJANJIAN KERJASAMA yang “benar”, biar gak sengsara.

Aaaah saya gak sabar mau ajak Mak semua NAIK KELAS. Kita belajar bareng yuuk Mak sama Pak Guru Hernawan Adi Wibowo. Inget ya Mak 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Saya doain bisnis Mak semakin tumbuh besaaarrr sehingga SEMAKIN BANYAK MANFAAT bagi masyarakat. Biar bisa cepet berangkatin HAJI bareng orang tua ya Mak. aamiin..
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

NB: Ada harga Early Bird untuk ikut acaranya. Lebih murah daftar hari ini Mak, dijawab Admin SBO Senin sesuai urutan masuk chat di inbox ke Admin SBO

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *