Menemukan Berbagai Solusi Masalah Bisnis dengan 4 Langkah Mudah

photo6145449115509696501Bagi Mak yang sudah jalanin bisnis hitungan bulan atau tahun, semakin paham ya Mak, bahwa masalah dalam bisnis itu bukan sekedar ada atau tidak ada penjualan. Tetapi dari hulu ke hilir bisnis, adaaaa aja masalahnya hihihiii…

Mari kita jernihkan pikiran untuk bisa menyelesaikan masalah 1-1. Kalo pikiran kusut, gak akan ada masalah yang beres. Yang ada malah makin mumet, bawaannya mau ngebakso mulu ahahahaaa… (curhat colongan )

Buka buku #RAMSBO Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online halaman 151. Mak Lya Herlyanti sudah jabarin panjang lebar tuh Mak, dengan contoh kasus RAZHA pada waktu itu, alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik setelah diomelin Mak Lya  Udah pada baca belom? Jangan-jangan masih kebungkus plastik bukunya ckckckck… ter..la…lu…

Ada 4 langkah mudah menemukan akar masalah dalam bisnis, lalu menemukan solusinya.
1. Tulis masalah-masalah yang terjadi dalam bisnis Anda.
– Kelewat kirim paket.
– Barang yang diorder tidak ada, padahal sudah order di web.
– Banyak bookingan yang menumpuk.
– Barang yang sampai ke konsumen, jumlahnya kurang.
– Barang yang sampai ke konsumen salah variant/warna.
– Barang yang dikirim luntur.

2. Tulis kondisi ideal yang diinginkan
– Semua paket terkirim.
– Barang pesanan mencukupi.
– Tidak ada barang bookingan yang menumpuk.
– Barang yang diterima konsumen sesuai pesanan.
– Produk yang diterima konsumen dalam kondisi bagus.

Untuk bisa mencapai kondisi yang diinginkan, maka diperlukan sebuah usaha peningkatan kinerja dalam bisnis. Kira-kira proses mana saja yang bisa diubah, diperbaiki atau dikurangi agar masalah bisa diselesaikan sesuai tujuan di awal.

3. Cari akar masalahnya dengan teknik “5 kali Why”
Biasanya tidak sampai 5 kali why, sudah ketemu akar masalahnya. Contohnya seperti ini:

Masalah: variant, warna dan jumlah barang yang diterima konsumen masih belum tepat.

Why 1 – Ada salah informasi dari kertas orderan yang diberikan CS ke gudang, ke bagian packing.

Why 2 – Masih menggunakan tulisan tangan di kertas ordernya.
– Petugas gudang salah ambil barang.
– Bagian packing kurang teliti cek barang dan tulisan.

Why 3 – Karena kertas orderan sepertinya tidak perlu menggunakan form tetap.
– Penyimpanan stok di gudang yang masih belum tertata baik, sehingga membuat celah kesalahan lebih besar.
– Di kertas dengan tullisan tangan itu kadang tidak terbaca jelas, penamaan yang berbeda, kode yang tidak sama.

Why 4 – Belum punya form order yang fix.
– Menyepelekan tata cara penyimpanan yang memudahkan. Kurang paham dengan prinsip penyimpanan.
– Tulisan yang tidak jelas

Why 5 – Belum sempat bikin form
– Belum belajar prinsip penyimpanan

4. Temukan solusinya
Setelah dibedah masalahnya dengan 5 kali why, selanjutanya munculkan solusi-solusi. Silahkan Anda brainstorming dulu. Semua ide biarkan liar bebas keluar, jangan dihentikan dan jangan disalahkan.

Solusi yang memungkinkan:
– Bikin form fix yang memudahkan bagian CS, gudang dan pakcing untuk mengambil pesanan tanpa tertukar variant, warna dan jumlah.
– Belajar tentang prinsip penyimpanan. Prinsip ini hanya 2, Mudah Disimpan dan Mudah Ditemukan.

Okey Mak, silahkan praktek dengan masalah Mak masing-masing ya. Jika ternyata saat ini masalah Mak adalah sulit menemukan karyawan, cobain juga dengan metode ini.

Yang penting: YAKIN ADA SOLUSINYA. KARENA ADA ALLAH YANG MEMBANTU KITA.

Kalo kalimat itu sudah kita imani, kita akan tenang menghadapi semua masalah. Semangat Emak Setrooong!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Memulai bisnis itu…

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Pengisi Seminar Meningkatkan Penjualan CreativepreneurMemulai bisnis itu
bukan seberapa besar modal uangmu
tetapi seberapa besar semangat belajarmu!

Belajar dari kesempitan
Belajar dari keterbatasan
Belajar dari kegagalan
Belajar dari cibiran
Belajar dari penolakan

Modal milyaran belum tentu kita bisa menjalankan bisnisnya.
Modal 100ribu, kuat proses belajarnya, setahun bisa jadi 1 milyar!

Gak percaya? Buktiin aja…  Kalo berhasil kabarin saya ya  Namun jika belum berhasil, jangan sungkan kabarin saya juga. Nanti kita belajar bareng.

Saya coba akan kenalin Mak dengan senior yang berbisnis di bidang yang sesuai. Karena setiap jenis bisnis itu keunikan penanganannya beda-beda. Pengalaman pahit mereka, akan jadi pelajaran manis bagi kita.

Cerita bangkrutnya mereka juga bisa jadi penyemangat kita Mak. Selama ini kita pikir, ujian kita ini paling dahsyat di muka bumi, ealaaah ternyata ujian mereka bisa 10 kali lipat bahkan lebih. Sejak itu, ujian kita akan berasa sebutir garam 

Langsung deh tuh rasa optimisme bisa hadir kembali. Pulang curhat sama senior, kita bisa move on dan gak baper lagi 

Cari komunitas Mak, saya rekomendasikan TDA. Coba cek di wilayah Mak masing-masing, siapa pengurus TDA nya.

Selain belajar dari senior, saya juga suka belajar dari buku. Tapi saya bukan tipe yang bisa menyelesaikan 1 buku langsung tuntas. Saya baca bukunya loncat-loncat. Gak urut halamannya. Saya lebih senang membaca berdasarkan kebutuhan. Pembahasan mana dulu nih yang sedang saya perlukan saat ini. 2 atau 3 buku bisa saya siapkan di tas. Untung tas dari Mba Vivi Lutfiah ini cukup untuk bawa buku-bukunya. Walapun kutu buku, tapi tas tetep kekinian kan ya Mak  Bangga pake produk Indonesia. Bangga menjadi pencinta Frombiita. Recommended!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Aku Anak Supir Angkot

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Kisah Sukses Pebisnis Online WanitaSeneng banget rasanya saat bapak pulang narik (kerja sebagai supir angkot). Karena pasti bapak bawa uang banyak. Kami an
ak-anaknya bertugas merapihkan lembaran uang yang didominasi dengan pecahan Rp.100 berwarna merah. Diselingi dengan tawa ketika saya dan kakak saling ejek saat melihat lembaran hijau bergambar orang utan, uang pecahan Rp.500. Eh lihat ada foto kamu disini hihihiiii…

Saya anak ke 2 dari 5 bersaudara. Ya bapak berprofesi sebagai supir angkot. Ibu pernah bekerja sebagai penjahit, tukang kredit, penjual kue hingga akhirnya memiliki warung nasi di jalan Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Disinilah saya lahir dan dibesarkan. Asli Betawi, namun 50% darah Jogja. Masa-masa sekolah sempat merasakan membantu ibu jualan nasi rames. Buka tutup warung dengan papan-papan panjang yang disusun. Jangan bayangkan ada rolling door pada masa itu.

Betawi… entah kenapa, prinsip yang dipegang warga betawi (saya melihat dari sosok bapak) hidup untuk hari ini. Besok ya gimana besok. Sebagai pribumi, konon katanya nenek moyang kami punya tanah luaaasss banget. Lebak Bulus, Bintaro, Ciputat, Parung dll.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Tanah hampir tidak bersisa, bahkan sebagian anak cucu keturunannya hidup ngontrak sana sini. Usut punya usut, anak perempuan pada masanya tidak diprioritaskan masalah pendidikan. Toh nanti perempuan ke dapur.

Alhasil, sebagian dari anak cucu hidup dalam kondisi tidak baik saat ini. Uang habis untuk makan. Mau nikah, jual tanah. Mau makan, jual tanah. Mau sunatan, jual tanah. Mau haji, jual tanah. Mau apa aja, jual tanah.

Jual… jual… jual… habis lah asetnya. Masing-masing orang memikirkan “hidup untuk hari ini”, apa yang terjadi dengan anak cucu? Warisan harta tidak, warisan ilmupun tidak.

Walaupun bapak supir angkot, alhamdulillah bapak bertekad untuk memperbaiki generasinya. Bapak mau semua anaknya jadi sarjana, jangan seperti beliau yang hanya tamatan SMA. Alhamdulillah anaknya 4 jadi sarjana + 1 sedang kuliah saat ini. Izin Allah.

Ini bukan soal sarjananya, tetapi bagaimana membentuk POLA PIKIR yang lebih baik. Tidak hanya fokus untuk hidup hari ini, tetapi memiliki perencanaan untuk menabung demi masa depan. Tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi bagaimana hidupnya bisa bermanfaat untuk ummat.

Salah besar ketika yang perlu berilmu hanya laki-laki!

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu juga harus memiliki pola pikir yang baik, berwawasan luas, jejaring luas, up to date. Ibu yang akan membantu anak merangkai mimpinya. Ya semua diawali dari mimpi, bukan mimpi yang kerdil, tetapi mimpi yang sangaaaaat tinggi, karena sang ibu yakin Allah bisa mewujudkannya. Yes… Allah yang akan mewujudkannya. Apa sih yang Allah gak bisa?

Ayo ibu tambah terus ilmunya, perluas wawasannya, berjejaring tanpa meninggalkan kewajiban di rumah. Biarlah kita tidak bisa menjadi jendral di luar sana, tetapi kita bisa membesarkan seorang jendral di rumah.

Belajar dan berkarya dari rumah sungguh indah dan penuh berkah insyaAllah… Bukan berarti dirumah tidak boleh berpakaian rapi dan cantik. Ada karyanya Mak Siti Rosi bertajuk SYLLA di Sylla Hijab Store cocok untuk digunakan sehari-hari dirumah atau saat pergi. Aw… aku sepertinya orang pertama yang menggunakan jilbab SYLLA ini, sebelum launching aku sudah punya hihiiii.. Gamis hitam SYLLA juga jadi kesayang  Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Menggali Keinginan dan Kebutuhan Konsumen

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram Marketing Private BelajarWah asik ya toko sebelah laris banget. Kayanya jualan produk itu enak ya, gampang jualnya. ikut jualin ah..

Ealaaah… kok gak semanis dia hasilnya.

Ya gitu deh Mak, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehee.. Kita gak tau aja, bisa jadi dia rumputnya sintetis 

Ketika kita melihat bisnis orang lain lebih sukses, yang dilihat bukan objek bisnisnya. Tetapi subjeknya, orang yang menjalankannya. Dia cara jalaninnya gimana, apa saja ilmu yang dia pelajari, strategi apa, konsepnya gimana, manajemen timnya seperti apa, jurus langitnya dll.

Hari ini saya mau sharing isi buku Hypnoselling Taktik Jualan Tanpa Penolakan karyanya Mas Darmawan Aji yang sedang proses PO. Eh aku udah dapet bukunya duluan donk hehehee… jangan ngiri ya 

Halaman 117, Rahasianya ada di Pertanyaan.

Banyak orang mengira bahwa penjual yang hebat adalah penjual yang banyak omong atau cerewet, benarkah demikian? Saya sih tidak sependapat. Saya justru paling tidak suka bertemu dengan penjual yang cerewet dan banyak omong. Menurut saya penjual yang hebat justru penjual yang bisa bertanya dengan tepat bukan sekedar menjelaskan. Questioning not telling. Karena kualitas pertanyaan sang penjual akan menentukan kualitas jawaban dari klien.

Orang hanya membeli produk yang mereka butuhkan. Maka, sebagai penjual kita diberi dua pilihan.

Pertama, memberitahu kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Kedua, bertanya kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Cara pertama bisa kita lakukan bila prospek sudah benar-benar percaya penuh kepada kita. Namun pada banyak kasus, cara pertama berisiko memunculkan resistensi (perlawanan/penolakan). Mengapa? Karena orang secara umum tidak suka diberitahu tentang apa yang perlu mereka lakukan. Maka, cara kedua adalah cara terbaik untuk menyadarkan prospek terhadap kebutuhannya.

Ada tiga manfaat mengajukan pertanyaan dalam penjualan. Tapi sayangnya saya tidak akan bagikan sekarang, karena mau ngurus cucian dulu Mak hihihiii… Mumpung rada terang cuacanya. Selengkapnya Mak bisa baca di halaman 118. Eh udah pada sampe kan bukunya? Jika belum sampe bisa konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya.

Jadi inget, terkadang ngurus konsumen, mirip dengan ngurus anak. Ketika kita memerintahkan anak untuk melakukan A, B, C. Dia akan merasa itu hanya kewajiban. Anak harus tahu dulu BIG WHY nya. Kenapa dia perlu melakukan A, apa manfaat dan kebutuhannya bagi dia. Ketika sang anak paham bahwa saat melakukan A dengan baik, dia akan mendapatkan manfaat untuk dirinya, maka diapun akan lebih semangat mengerjakannya. Bukan sebagai kewajiban, tetapi kebutuhan.

Mas Zhafran, foto donk pake koko dan sarung baru dari Tante Ummu Azizanowner Salama Sarung. Bagus nih bahannya adem jadi gak gerah kalo Mas sholat, trus praktis sarungnya jadi Mas gak repot. Seneng deh dia dan fotonya jadi bagus 

Selamat mencoba ya Mak jurusnya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Creativity as a Problem Solver

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram MarketingSaya lupa kapan beli buku “Oh My Goodness buku pintar seorang Creative Junkies” by Yoris Sebastian. Saya cari buku ini ketika melihat Yoris di salah satu TV nasional. Saat itu membahas tentang kreativitas untuk bisnis atau apa gitu, saya lupa 😀
 
Buku ini sudah bolak balik saya baca. Segeerrr.. bikin saya merenung lagi, lagi dan lagi. Banyak sekali di dunia ini, orang yang menjalankan bisnis serupa (mirip-mirip) dan berhasil. Tidak jarang dari kita ikutan pengen juga, karena melihat kesuksesan mereka.
 
Tetapi ketika kita jalanin, kenapa hasilnya tidak sindah taman mereka ya ^_^ Kok kita tamannya kering kerontang ahahahaaa…
 
Ternyata ada 1 hal yang kita lupa Mak. Kreativitas!
 
Ya kita, gak bisa ATP (Amati, Tiru, Plek) bisnis orang lain. Ketika kita muncul dengan produk/konsep yang sama, tentunya konsumen tetap memilih produk yang “senior”. Sudah teruji dan terbukti. Sedangkan kita anak baru, yang masih diragukan karyanya.
 
Oh iya saya baru ngeh, anehnya ini buku, gak ada halamannya ahahahaaa.. Bertahun-tahun saya punya, baru sekarang sadar. Cuma ada Chapter. Nah yang sekarang saya mau bagikan ke Mak adalah Chapter 8. Creativity is a Problem Solver.
 
Dalam menentukan jenis bisnis yang akan Mak geluti, satu hal mendasar yang harus kita pikirkan pertama adalah Produk kita harus menjadi Problem Solver.
 
Ya jadi bukan bikin/jualan produk yang sekedar Mak suka.
 
Yoris Sebastian mengibaratkan, seorang yang kreatif harus seperti Doraemon. Mampu menjadi Problem Solver bagi setiap masalah yang ada di sekelilingnya.
 
Sebuah hasil kreativitas belum dianggap sukses bila belum mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kita.
 
Sebenarnya sangat banyak masalah di sekeliling kita. Yang penting adalah bagaimana kita sensitif saja. Jadi saat ingin melakukan suatu inovasi, terkadang kita perlu keliling dan melihat masyarakat di sekitar kita.
 
Bisa loh bisnis disangkutkan dengan HOBI. Hobi + Permasalahan Masyarakat + Kreativitas, jadi deh tambah uang ^_^ Ayo kita jalan-jalan cari inspirasi Mak, boleh deh browsing dulu di internet kalo diluar lagi hujan terus sepanjang hari.
 
Saya kalo jalan-jalan sekarang lebih seneng pake backpack. Maklum bawa anak-anak, tangan harus siaga pegangin mereka setiap saat. Jadi lebih praktis pake backpack. Eh rejeki ya Mak, aku dapet Ganci Unyu dari Mak Nofia Putri Fatimah. Ya Allah disainnya super duper unyu. Sesuai banget dengan karakter aku. Love it so much! Jazakallah Mak Nofia Putri Fatimah. Aku mau pasang di backpack ah…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 tahun yang lalu…

Bayi Zhafran7 tahun yang lalu…

Ini bukan anak pertama saya. Zhafran Respati Adhi sebenarnya anak kandung ke 2 saya. Namun Allah hanya menitipkan sebentar sang kakak, 2,5 bulan saja dalam pelukan.

Kita gak pernah tahu Mak siapa duluan yang Allah panggil. Tua Muda bukan patokan.

Itulah sebabnya, saya paling gak bisa jauhan sama keluarga. Karena saya sudah pernah merasakan kehilangan. Biarlah hari-hari kami selalu berdekatan. Karena kita tidak pernah tahu berapa lagi sisa waktu untuk bersama.

Duh Mbak Muri kok pasang tarif kalo ngajar, kok mahal, kok panitia harus siapin akomodasinya banyak.

Mak.. aku gak jualan ilmu. Apalah aku ini cuma Emak Rempong yang doyan cuap-cuap. Bisnisnya sendiripun belum mapan. Masih kusut sana sini, masih butuh pembenahan ini itu, masih miskin ilmu.

Aku cuma minta diganti waktuku yang hilang untuk keluarga.
1 hari nemenin untuk keperluan orang lain. Harusnya saya bisa nemenin anak belajar, main, mijetin suami, nyuci, strika, beresin rumah atau sekedar jalanin hobi.

Semua pengorbanan meninggalkan keluarga itulah yang saya minta diganti. Ya kalo gak mau gakpapa. Prioritas saya yang paling berharga tetap keluarga. Karena nanti diakhirat yang dipertanyakan pertama adalah tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan keluarga. Bukan berapa banyak olshop yang sudah dibantu. Ini tetap dihitung, tapi bukan prioritas utamakan.

Keluarga… keluarga… keluarga…

Alasan ini juga yang membuat saya berkeras hati untuk ngomporin Mak RESIGN. Ya saya paham betul alasan utama kita kerja adalah kebutuhan ekonomi.

Tapi mencari rejeki itu bisa BANYAK CARA. Gak mesti ninggalin anak dari subuh sampe malem. Susah minta cuti ke kantor. Gak enak ijin terus jika ada keperluan keluarga. Sedih liat anak ternyata lebih deket sama pengasuh daripada ibunya 😓

Ya gak mesti jualan online kok. Cuma kebetulan aja saya udah nyicipin duluan manisnya jualan online. Kapanpun anak rewel butuh perhatian, saya bisa lepas gadget (jualan online). Nengokin orang tua (mudik) bisa sesuka hati tanpa harus nunggu jatah cuti. Toh di rumah mama masih bisa tetap ngiklanin produk secara online.

Saya gak pernah maksa Mak untuk RESIGN. Saya cuma nyumpahin aja, semoga setelah resign penghasilannya bisa 10 kali lipat. Karena mungkin ketika anak lebih bahagia dekat ibunya, Allah lebih ridho. Katanya anak titipan Allah, jangan dititipin lagi ke orang lain.

Ah masa kecilku… ya gitu deh. Masa kecil dan masa remajaku ada bersama pembantu dan TV. Orangtua berangkat subuh pulang jam 10 malam. Papaku supir angkot dan mamaku punya warung nasi kecil. Jam 9 baru tutup warung, sampe rumah jam 10an.

Aku tau rasanya jadi anak dengan kondisi seperti itu. Makanya aku gak mau ngulang apa yang dilakukan orang tuaku. Orangtuaku tidak salah, dengan pendidikan mereka yang hanya SMA dan SMEA, wawasan cara mencari nafkah ya disitu. Aku sangat bersyukur.

Alhamdulillah 4 anak jadi sarjana + 1 sedang kuliah. Nah dengan pendidikan yang lebih baik, wawasanku juga menjadi lebih baik dalam menentukan cara mencari nafkah. Gak harus setiap hari ninggalin rumah untuk dapat rupiah.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Karyawan Tidak Akan Sungguh-Sungguh dalam Melakukan Pekerjaannya Tanpa Ini

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Endorse CreativepreneurDalam perjalanan pulang dari Bekasi semalam, saya dan Teh Vitri Andriane seperti biasa ngerumpi di mobil. Kasihan sih pak supirnya keberisikan dengan ocehan kami, yang sering kali diselingi tawa menggelegar wakakakaaa… Gakpapa deh biar pak supirnya gak ngantuk 😀
 
Pengelolan tim RAZHA menjadi salah satu topik panas yang kami diskusikan. Ya ampun Mak ini ada karyawan yang nilai “reliable”-nya sangat kecil. Jujur aja, saya sih maunya pecat segera.
 
Bukan hanya soal kinerjanya yang tidak sesuai harapan, tetapi kinerja dia itu bisa menulari yang lainnya. Jika yang lain bisa mencapai angka 8, dia berada di angka 4, maka yang angka 8 ada kemungkinan ikutan “lemes”. Aaaaah ini mengerikan 🙁
 
Tetapi Teh Vitri punya pendapat lain, kasih kesempatan, perbaiki jobdes, SOP dan KPI nya. Temukan alasan kenapa dia tidak bisa meningkatkan nilainya dari 4 menuju 8 seperti yang lain.
 
Ya begitulah Thinking VS Feeling ahahahaaa… Yang satu raja tega yang satu penuh belas kasih. Ini namanya jodoh ya, saling melengkapi. I luv u karena Allah Teh Vit 😘
 
Jadi.. setiap manusia harus memiliki BIG WHY dalam setiap hal. Contoh sederhananya ketika kita memilih untuk resign dan belok ke Bisnis Online, apa alasannya?
 
Tara: Lebih dekat dengan anak
Tari: Mempunyai penghasilan 3 kali lipat
Taru: Melunasi hutang riba ratusan juta dalam waktu 1 tahun
 
Bisa kebayang gak Mak, dalam waktu 1 tahun, siapa yang pencapaiannya paling besar?
 
Karena alasan Tara hanya ingin lebih dekat dengan anak, maka goal dia adalah ketika punya penghasilan yang sama atau mendekati gajinya dan bisa memiliki banyak waktu bersama anak, dia merasa CUKUP.
 
Sedangkan Tari akan lebih tertarget karena dia mau membuktikan penghasilan dari jualan online bisa 3x lebih besar dari gaji kantorannya. Maka dia akan membuat strategi pemasaran yang lebih baik.
 
Wow lunasin hutang ratusan juta dalam waktu setahun! Apa saja yang harus dilakukan? Anggap saja nilainya Rp.480juta, dibagi 12 bulan, maka setiap bulannya, Taru harus bisa membayar hutang 40juta. 40 juta bukan omset, tapi freecash (sebagian uang yang bisa diambil dari profit/laba). Maka berapa omset yang harus dicapai, strategi pemasaran apa yang harus dipelajari, berapa tim yang perlu diperlukan, dll…
 
Sampai sini Mak sudah makin paham ya. Siapa yang dalam waktu satu tahun, pencapaiannya paling tinggi? Ya tentunya Taru, karena dia sudah ada BIG WHY di depan, jadi bukan pasrah “sedapetnya”.
 
Begitu juga dengan karyawan. Mereka akan bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya ketika mereka memiliki alasan kuat kenapa harus bekerja dengan nilai minimal 8?
 
Ada 2 konsep, imingi dengan surga atau takuti dengan neraka.
 
Jika kinerja kamu bisa memenuhi minimal angka 8 pada KPI, maka tentunya RAZHA juga akan bisa bertumbuh. RAZHA akan memiliki dana untuk menambahkan fasilitas kerja yang lebih baik. Memberikan gaji dan tunjangan yang lebih baik untuk kamu dll.
 
Jika kinerja kamu TIDAK bisa memenuhi minimal angka 8 pada KPI, produktivitas RAZHA menurun, biaya tidak tertutup, keuangan jadi sulit. Tunjangan berkurang, fasilitas menurun, gaji tidak bisa naik bahkan ada kemungkinan pengurangan karyawan.
 
Seru-seru sedap deh Mak ngurusin bisnis hihihii.. Ya memang harus selalu kudu wajib kita sebagai pemimpin belajar belajar belajar belajaaaaarrrr lagi. Bisnis itu bukan hanya soal jago jualan, tetapi skill mengelola tim sangat dibutuhkan.
 
Mau kan keluarga keurus, bisnis jalan terus? ^_^
Jangan sok jadi wonderwoman yang ngurusin A-Z sendirian. Mau sampe kapan Mak? Makin kusut tuh muka, kucel tiap hari dasteran ngurusin produksi, marketing, selling, packing sendirian. Aaaaah kasian suami pemandangannya tidak indah di rumah.
 
Tobat Mak…tobat.. nih aku kenalin Mak Riza Astari Octavia yang bisa bantuin Mak kinclong dalam sekejap 😍 Termasuk ibadah loh Mak merawat tubuh dan demi membahagiakan suami #uhuk Glucola yang kecil ini banyak manfaatnya. Recommended!
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Strategi untuk Membuat Bisnis Bertahan dan Sukses

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan MentorHalaman 325, buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy.
 
Siap tambah ilmu lagi? Eh salah pertanyaannya. Yang bener ini.. Siap tambah PR lagi Mak? :p
 
Ini aku rangkum ya, karena panjang banget penjelasannya. Yang mau detail silahkan beli sendiri bukunya 😀
 
Generic Strategy of Business
 
1. Cost Leadership Strategy
Strategi ini adalah strategi yang digunakan oleh produsen dengan menekan biaya produksi namun tetap menjaga standar konsumen tertentu yang masih melirik produk-produk kualitas terbatas, dan mementingkan harga yang relative competitive.
 
Strategi ini dilakukan dengan 2 tujuan, yang pertama dengan menjual barang dengan harga rata-rata sebuah produk untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi dari pesaing, atau menjual barang dengan harga di bawah rata-rata untuk mendapatkan pangsa pasar.
 
Jika sebuah produsen memiliki lebih dari satu produk maka bisa dilakukan cross selling untuk memaksimalkan keuntungan dan mendapatkan pangsa pasar yang diinginkan. Saat customer sudah datang, tinggal diberikan up selling dan menawarkan produk lain yang lebih tinggi kualitasnya dengan harga yang sesuai, strategi ini saling bergantian dilakukan untuk tetap memenangkan persaingan yang oleh Yuswohadi disebut sebagai Smart Flanker, pemain pasar yang gesit.
 
2. Differentiation Strategy
Strategi ini digunakan oleh produsen dengan membuat sentuhan unik pada produknya sehingga dapat dirasakan oleh konsumen bahwa barang ini mempunyai faktor beda dengan para kompetitor, dan di sinilah letak harga yang bisa ditentukan untuk mendapatkan keuntungan dan hati para pelanggan.
 
Nilai tambah dan differensiasi memberikan kebebasan produsen untuk menentukan harga, siapa yang tidak kenal tas Hermes, tas premium para sosialita dunia yang harganya selangit karena setiap model hanya dikeluarkan beberapa buah dan dikerjakan secara handmade dengan keakuratan dan kekuatan luar biasa. Ditambah dengan historical brand yang memberikan perasaan berharga bagi setiap pemakainya.
 
Keunggulan strategi ini bisa dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya ketika brand positioningnya sudah tepat, dengan menaikkan harga maka margin semakin tinggi. Ini digunakan untuk mewaspadai apabila supplier menaikkan bahan baku untuk produk. Dengan begitu margin dan kelangsungan bisnis tidak mendapat ancaman yang serius.
 
Strategi ini bukan tanpa celah, apabila ada pemain baru yang sengaja meniru segala aspek produk kita dan dimodifikasi untuk disesuaikan dengan pasar, maka pasar yang telah kita bangun menjadi terancam. Maka kekuatan brand begitu luar biasa dibutuhkan apabila ingin terus menggunakan strategi ini.
 
3. Focus
Terdapat 2 macam strategi focus yaitu Focused Low Cost dan Focused Differentiation. Perusahaan yang menggunakan strategi fokus berkonsentrasi pada niche pasar tertentu, dengan memahami dinamika pasar itu dan kebutuhan unik pelanggan di dalamnya, memberikan nilai tambah atau memilih harga yang lebih murah, suatu produk benar-benar didesain untuk kepentingan kelompok tertentu yang ingin disasar menjadi market.
 
Karena keintiman antara produk dan customer inilah yang biasanya membangun loyalitas merek yang kuat. Hal ini membuat segmen pasar tertentu yang sudah dikuasai menjadi kurang menarik bagi pesaing.
 
Di sebagian negara maju, jika ada produsen membuat suatu barang dengan kualitas bagus dengan harga murah, konsumen malah akan menanyakannya. Kok bisa murah, apa pasti berkualitas? Berbeda dengan di Indonesia yang sebagian besar masih memikirkan harganya. Dengan harga dinaikkan mendorong pasar berpikir logis dan akhirnya sesuai dengan pemikiran mereka.
 
Nah…nah… dari 3 srategi di atas. Kira-kira Mak pilih yang mana? Setiap strategi ada tantangannya masing-masing. Ada kelebihan dan kekurangannya. Strategi yang dipilihnya bisa berhasil atau tidak, tergantung kepada YANG MENJALANKANNYA. Apakah dia kuat dengan tantangan yang akan dihadapinya? ^_^
 
Aku sih yakin Emak Setrooong gitu loh. InsyaAllah kuat, karena ada Allah yang memampukan kita ya Mak 😉
 
Hari ini dadakan ketemu Mak Nur Azizah karena aku kangen banget sama Onies Brownies & cake’s yang super duper enak, di Bandung gak ada yang se enak ini. Aku rela Bandung-Bekasi untuk dapetin ini 😍 Eh maaf ya Mak Nur, kita cuma ketemu beberapa menit, tapi aku kasih kamu PR banyak banget hihihiiii… Aku sumpahin kamu bisa produksi 300 loyang sehari 😘 Karena semua orang harus tahu bahwa brownies mu memang yang paling enak 😉
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Tiga Tahap Penjualan Menuju Closing

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Produsen Fashion Inner HijabAsiiiik bedah buku lagi ^_^ Buka halaman 151, buku Hypnowriting ya Mak.
 
Untuk membuat calon konsumen tahu, suka dan percaya maka kita perlu merancang konten promosi kita secara terencana. Secara sederhana, kita dapat menyederhanakan hirarki efek menjadi tiga tahap:
 
Pertama, tahap Awareness — bertujuan membuat calon konsumen mulai sadar dan tahu.
 
Kedua, tahap Consideration — bertujuan membuat calon konsumen suka, cocok dan percaya.
 
Ketika, tahap Action — bertujuan membuat calon konsumen membeli.
 
Tugas kita adalah membawa calon konsumen bergeser dari satu tahap ke tahap lainnya.
 
Copywriting sejatinya bertujuan untuk membantu pembaca untuk bergeser dari satu tahap keputusan ke tahap keputusan berikutnya. Maka, untuk itulah kita memerlukan tiga kategori konten berbeda. Saya sebut dengan konten C1, C2, C3.
 
Konten C1 — Awareness — calon konsumen menyadari masalah, kebutuhan dan keinginannya.
 
Konten C2 — Consideration — calon konsumen memilih produk yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Membuat mereka SUKA dan PERCAYA dengan produk kita.
 
Konten C3 — Action — calon konsumen mengambil tindakan untuk membeli produk yang paling diinginkan.
 
+++++++
 
Jadi ketika bikin status, secara bergantian kita membuat konten dengan kategori C1, C2 dan C3 Mak. Tiap kategori gaya tulisan, isinya dan panjangnya berbeda. Karena audience kita berada di tahap pengambilan keputusan yang berbeda-beda.
 
Langsung praktek yuk.. Misalnya pagi konten C1, siangnya C2 dan malamnya C3. Belajar membuat copywriting sama seperti
belajar masak Mak ^_^ Butuh proses belajar dan praktek yang seriiiiiiing… Hingga akhirnya bisa menghasilkan copywriting yang bikin baper audience 😉 Lalu akhirnya mereka terhipnotis untuk order ^_^
 
Setelah Mak liat fotoku pake gamis Zaki Zakiah dari Mak Kiki Zakiah pasti terhipnotis dan bilang aku 10 tahun lebih muda kan.. ayo ngaku….ngakuuuu… 😀 Jangan ngiri ya :p Memang kenyataannya aku masih 20an kok hihihiiii…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

4 Hal Penyebab Tujuan Tidak Tercapai

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Laporan Keuangan Creativepreneur2017 tinggal 1 bulan lagi ya Mak. Apakah resolusi, target ataupun impian Mak di awal tahun 2017 sudah tercapai semua? Okey belum semua bisa tercapai, berapa persen kira-kira Mak? Mendekati 90%? Lebih dari 50%? Gak nyampe 50%? Atau cuma 10%? ^_^
 
Cuma Mak dan Allah yang tahu heheheee…
 
Baiklah… 2017 kita jadikan pelajaran. Jumlah pencapaian di 2018 harus jauuuuh lebih baik dari pencapaian 2017. Sekarang saatnya kita mulai evaluasi. Apa sajakah penyebab tidak tercapainya tujuan/goal/impian?
 
Kembali saya kutip dari buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy, halaman 169:
 
1. Orang-orang tidak tahu tujuan yang ingin dicapai.
Ketika organisasi atau perusahaan berada pada situasi tidak adanya kepemimpinan yang handal, hal ini mengakibatkan setiap orang yang terlibat dalam organisasi tidak mengetahui arah dan tujuan yang hendak dicapai. Masing-masing orang yang terlibat melakukan aktivitas, menjalankan proses berdasarkan atas apa yang dipahami.
 
2. Orang-orang tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Apabila tujuan tidak diselaraskan, akan memunculkan salah pengertian atas tindakan yang hendak dilakukan. Setiap orang merasa benar atas apa yang dikerjakan.
 
3. Orang-orang tidak memiliki tolok ukur.
Tujuan atau goal sebuah perusahaan mejadi tolok ukur pencapaian keberhasilan perusahaan. Ketika tujuan tersebut tidak diketahui oleh para karyawan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, maka tolok ukur keberhasilan perusahaan tidak bisa diciptakan.
 
4. Orang-orang tidak bertanggung jawab atas perkembangan dari pencapaian tujuan.
Ujung dari ketiga penyebab tidak tercapainya tujuan seperti di atas adalah orang-orang yang terlibat dalam perusahaan merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Tidak jelas ini tanggung jawab siapa, tugas siapa. Pada akhirnya saling menyalahkan dan saling menuduh menjadi tindakan yang realistis.
 
Untuk itu diperlukan sebuah metode yang memudahkan setiap orang melihat kemajuan pencapaian tujuan mereka setiap hari. Salah satunya melalui papan score yang akan menjadi media yang akan memotivasi setiap orang untuk berusaha melakukan pencapaian dan menjadi yang terbaik.
 
Untuk menagih hasil progress yang dicapai tim melakukan pertemuan mingguan untuk mempertanggung jawabkan aoa yang telah dilakukan dan dicapai tersebut.
 
Aseeek nambah PR lagi Mak :p Kita bikin score board yuk.. Sebelum itu, kita perjelas dulu nih jobdes dan tanggung jawab pekerjaan A milik siapa, pekerjaan B untuk siapa. Maka dia yang akan bertanggung jawab terhadap hasil yang dia capai.
 
Kalo yang bertanggung jawab terhadap keremajaan kulit kita, tetap kenceng, mulus, glowing.. ya tentunya kita sendiri ya Mak. Demi membahagiakan suami tersayang 😉 Dan tentunya merawat tubuh yang diberikan Allah ini merupakan ibadah juga. Produk dari Berl Intense Lightening Series dan Body Serum WOW Lightening ini recommended untuk Mak tersayang. Terima kasih ya Mak Muliyani Olvah 😉 Kamu mencerahkan hariku…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading
1 2 3 12